https://ejurnal.iaiyasnibungo.ac.id/index.php/istikhlaf/issue/feed ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah 2026-04-11T05:12:38+00:00 Busriadi jurnalistikhlaffebi@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>ISTIKHLAF : </strong>Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah the journal is published by Faculty of Economics and Islamic Business, Islamic Institute of Religion Yasni Bungo, Jambi Indonesia. Journal dedicated for the publication of scientific articles in Economics, Islamic Banking and Management. The languages used in this journal are Indonesia, English and Arabic. This journal is published twice a year, September and March in printed and online version. The editors receive scientific articles of academics, lecturers, and researchers who have never been published by other Journals.<span style="font-size: 0.875rem;">The journal has been accredited Sinta 5 based on </span><a style="background-color: #ffffff; font-size: 0.875rem;" title="SK Akreditasi Millah: Journal of Religious Studies" href="https://drive.google.com/file/d/10w6pb-h6Q0Z0dUrdihTIztmzkN3XTA5g/view?usp=sharing">Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 72/E/KPT/2024 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2024</a><span style="font-size: 0.875rem;">. </span></p> https://ejurnal.iaiyasnibungo.ac.id/index.php/istikhlaf/article/view/1272 Kesenjangan Pengetahuan UMKM Online Batam tentang Prinsip Syariah dalam Transaksi Digital 2026-01-11T10:16:56+00:00 Allyah Syafitri 231062201027@uis.ac.id Lusi Aulia Putri Winarti 231062201006@uis.ac.id Mazidatul Husna 231062201048@uis.ac.id Nazila 231062201022@uis.ac.id <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This study examines the extent of the knowledge gap among online Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Batam City regarding the application of Sharia principles in digital transactions. The analysis focuses on MSME actors’ understanding of Islamic contract concepts, information transparency, and the integration of Sharia values within digital trading practices. A qualitative descriptive approach was employed to capture real conditions experienced by MSME actors. The research population consisted of online MSMEs in Batam City operating through digital platforms such as marketplaces and social media. Participants were selected using purposive sampling, targeting MSMEs that actively conduct online transactions and have been operating for at least one year. Data were collected through semi-structured interviews and documentation of transaction practices displayed on digital platforms. The data analysis process involved data reduction, narrative presentation, and conclusion formulation. The findings reveal that most MSMEs have implemented digital transaction practices that reflect fundamental Sharia values, including honesty and transparency. Nevertheless, their conceptual and technical understanding of Sharia contracts, such as bai’, salam, and wakalah, remains limited. Sharia principles are predominantly interpreted as general ethical guidelines rather than as a structured transactional framework with specific legal consequences. These results indicate a clear gap in Sharia literacy among online MSMEs, highlighting the need for practical and contextual educational initiatives to strengthen Sharia-compliant digital business practices in Batam City.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Keywords:</strong> Online MSMEs, Digital Transactions, Sharia Principles, Islamic Contracts, Sharia Literacy</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kesenjangan pengetahuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) online di Kota Batam dalam memahami prinsip syariah yang melekat pada transaksi digital. Kajian ini menitikberatkan pada pemahaman pelaku usaha terhadap konsep akad, transparansi informasi, serta penerapan nilai-nilai syariah dalam praktik jual beli berbasis platform digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif guna menggambarkan kondisi faktual yang terjadi di lapangan. Populasi penelitian mencakup seluruh pelaku UMKM online di Kota Batam yang menjalankan aktivitas usaha melalui marketplace dan media sosial. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, dengan kriteria pelaku UMKM yang aktif bertransaksi secara digital dan telah menjalankan usaha minimal selama satu tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi terhadap praktik transaksi yang ditampilkan pada platform digital. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM pada umumnya telah menerapkan praktik transaksi digital yang selaras dengan nilai dasar syariah, seperti kejujuran dan keterbukaan informasi. Namun demikian, pemahaman konseptual dan teknis terkait akad syariah, seperti bai’, salam, dan wakalah, masih tergolong rendah. Prinsip syariah lebih dipersepsikan sebagai nilai etika umum dibandingkan sebagai sistem transaksi yang memiliki aturan dan implikasi hukum. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan literasi syariah pada UMKM online, sehingga diperlukan upaya peningkatan pemahaman yang aplikatif dan kontekstual guna mendukung pengembangan UMKM digital berbasis syariah di Kota Batam.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: UMKM Online, Transaksi Digital, Prinsip Syariah, Akad, Literasi Syariah</p> <p>&nbsp;</p> 2026-03-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah https://ejurnal.iaiyasnibungo.ac.id/index.php/istikhlaf/article/view/1270 Analisis Kesenjangan Pemahamaman UMKM Batam Terhadap Akad Pembiayaan Syariah 2026-01-11T07:46:45+00:00 Federika Amanda 231062201018@uis.ac.id Nur Khaidah 231062201016@uis.ac.id Yupita Sari 231062201019@uis.ac.id Dea Nabilla 231062201009@uis.ac.id <p>This study aims to analyze the gap in understanding among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Batam City regarding Islamic financing contracts. The research focuses on identifying the level of MSMEs’ understanding of the concepts, mechanisms, and principles of Islamic financing contracts, as well as the factors contributing to the emergence of this understanding gap. A qualitative descriptive approach was employed in this study. The research population consisted of MSMEs in Batam City from various business sectors, including trade, food, vehicle accessories, and service industries. The sample was selected using purposive sampling based on business experience and involvement in Islamic or conventional financing. The research instruments included semi-structured interview guidelines, observation sheets, and supporting documentation. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that most MSME actors are familiar with the term Islamic financing; however, their understanding remains general and superficial. The understanding gap is evident in the inability of MSMEs to distinguish between interest and profit margin, as well as limited knowledge of Islamic financing contracts such as murabahah, mudharabah, and musyarakah. The main factors contributing to this gap include low Islamic financial literacy, strong reliance on conventional financing experiences, and insufficient socialization and assistance from Islamic financial institutions.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <strong>MSMEs</strong><strong>, Islamic Financing, Islamic Contracts, Understanding Gap.</strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan pemahaman Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batam terhadap akad pembiayaan syariah. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi tingkat pemahaman pelaku UMKM mengenai konsep, mekanisme, dan prinsip akad pembiayaan syariah serta faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya kesenjangan pemahaman tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah pelaku UMKM di Kota Batam yang berasal dari berbagai sektor usaha, seperti perdagangan, makanan, perlengkapan kendaraan, dan jasa. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, dengan mempertimbangkan pengalaman usaha dan keterkaitan informan dengan pembiayaan syariah maupun konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi pedoman wawancara semi-terstruktur, lembar observasi, dan dokumentasi pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM telah mengenal istilah pembiayaan syariah, namun pemahaman mereka masih bersifat umum dan terbatas. Kesenjangan pemahaman terlihat pada ketidakmampuan UMKM membedakan konsep bunga dan margin, serta rendahnya pemahaman terhadap jenis-jenis akad seperti murabahah, mudharabah, dan musyarakah. Faktor utama penyebab kesenjangan meliputi rendahnya literasi keuangan syariah, dominasi pengalaman pembiayaan konvensional, serta kurangnya sosialisasi dan pendampingan yang efektif dari lembaga keuangan syariah.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: <strong>UMKM</strong><strong>, Pembiayaan Syariah, Akad Syariah,</strong> K<strong>esenjangan Pemahaman.</strong></p> 2026-03-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah https://ejurnal.iaiyasnibungo.ac.id/index.php/istikhlaf/article/view/1340 Pengaruh Penanganan Keluhan dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Anggota Pembiayaan Murabahah Koperasi Pegawai Negeri Banuhampu Sungai Puar 2026-02-07T11:03:31+00:00 Mela Azmardiah melaazmardiah@gmail.com Jon Kenedi jonkenedi@uinbukittinggi.ac.id <p style="font-weight: 400;"><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p style="font-weight: 400;"><em>This study aims to identify the extent to which complaint handling and product quality influence the satisfaction of murabahah financing members at the Banuhampu Sungai Puar Civil Servants Cooperative. The research background arises from member complaints regarding the cooperative’s policy of refusing to process refinancing requests for murabahah financing. Such refusal reflects compliance with DSN Fatwa No. 89/DSN-MUI/XII/2013 on Islamic refinancing, which does not permit murabahah refinancing through the same contract. The study employs a quantitative correlational approach by distributing online questionnaires to 42 murabahah financing members. Sampling uses a saturated sampling, while data analysis is conducted with SPSS Version 26. The findings reveal: (1) Complaint handling (X1) has a positive but insignificant partial effect on member satisfaction (Y), with a value of 0.176 &lt; 2.022 and significance level of 0.861 &gt; 0.05. (2) Product quality (X2) has a positive and significant partial effect on satisfaction (Y), with a value of 10.359 &gt; 2.022 and significance level of 0.000 &lt; 0.05. (3) Complaint handling (X1) and product quality (X2) simultaneously exert a positive and significant effect on satisfaction (Y), with a value of 96.897 &gt; 3.24 and significance level of 0.000 &lt; 0.05. The coefficient of determination (R²) is 0.832, indicating that 83.2% of murabahah member satisfaction can be explained by complaint handling and product quality, while the remaining 16.8% is influenced by other variables outside this regression model. </em></p> <p style="font-weight: 400;"><strong><em>Keyword</em></strong><em>: Customer Satisfaction, Complaint Handilng, Murabahah Financing, Quality of Product.</em></p> 2026-04-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah https://ejurnal.iaiyasnibungo.ac.id/index.php/istikhlaf/article/view/1346 Analisis Tren Literasi Keuangan Syariah Di Indonesia Periode 2019-2025 2026-02-16T03:08:31+00:00 Mukhlis Kaspul Anwar mukhlisanwar0412@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren perkembangan literasi keuangan syariah nasional periode 2019-2025 berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis tren berbasis data runtut waktu <em>(time series)</em>. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa indeks literasi keuangan syariah nasional yang dipublikasikan secara resmi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Analisis dilakukan menggunakan pendekatan regresi linear sederhana untuk melihat arah kecenderungan perkembangan literasi keuangan syariah selama periode pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah mengalami peningkatan dengan dinamika yang tidak seragam antarperiode. Pada tahun 2019 indeks literasi keuangan syariah sebesar 8,93&amp; dan meningkat menjadi 9,14% pada tahun 2022 dengan pertumbuhan yang relatif terbatas. Lonjakan signifikan terjadi pada tahun 2024 menjadi 39,11% dan kembali meningkat pada tahun 2025 menjadi 43,42%. Estimasi tren menunjukkan arah kecenderungan yang meningkat, meskipun tidak bersifat linear sempurna. Peningkatan signifikan pada periode akhir pengamatan dipengaruhi oleh penguatan program literasi, perkembangan layanan keuangan digital, serta kemungkinan penyesuaian metodologi pengukuran SNLIK. Meskipun menunjukkan tren positif, literasi keuangan syariah masih berada di bawah tingkat literasi keuangan nasional, sehingga diperlukan strategi penguatan yang lebih spesifik dan terarah untuk memperkecil kesenjangan tersebut.</p> 2026-04-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah https://ejurnal.iaiyasnibungo.ac.id/index.php/istikhlaf/article/view/1350 Dampak Bencana Alam Terhadap Keberlangsungan Usaha Rumah Tangga Pengrajin Songket Di Nagari Halaban Kecamatan Lareh Sago Halaban Kab. Lima Puluh Kota 2026-02-21T04:19:37+00:00 Zulhijatur Rahmi zulhijatur@gmail.com Aulia Rahmi auliarahmi3096@gmail.com Sucipto Febrianto febriantosucipto@gmail.com Illham Supriyadi iilham0709@gmail.com <p>Songket craft is a cultural art that must be maintained and preserved. In Nagari Halaban, songket craft is a prima donna of production that supports household income. It is estimated that around 750 songket craftsmen in Nagari Halaban are generally carried out by housewives. However, after the major flood disaster in West Sumatra, the sustainability of the household businesses of songket craftsmen in Nagari Halaban was affected. The purpose of this study is to reveal how the sustainability of the household businesses of songket craftsmen in Nagari Halaban before and after the major flood disaster, then to reveal the factors supporting the sustainability of the household businesses of songket craftsmen after the major flood disaster. This research methodology was conducted in Nagari Halaban using a phenomenological approach. The data sources in this study were songket craftsmen registered with the Halaban Weaving Association. Data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation, and decision making. The results of the study indicate that the sustainability of the household businesses of songket craftsmen in Nagari Halaban before the major flood disaster was consistent and sustainable, while after the major flood disaster it became inconsistent, resulting in a decrease in income, thus threatening the welfare of the households of songket craftsmen in Nagari Halaban. There are three factors supporting the sustainability of songket artisan household businesses after a major flood disaster, namely capital factors, production factors, and marketing factors.</p> 2026-04-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah https://ejurnal.iaiyasnibungo.ac.id/index.php/istikhlaf/article/view/1380 Pengelolaan Zakat Produktif untuk Meningkatkan Ekonomi Mustahik di Kabupaten Cilacap 2026-04-11T05:12:38+00:00 Harry Nurhidayat harry.nurhidayat@mhs.unsoed.ac.id Ratna Setyawati Gunawan ratna.gunawan@unsoed.ac.id Asroful Umam asyrofulumam15@gmail.com Naufal Zaky naufalzaky77@gmail.com <p>Penelitian ini menganalisis pengelolaan zakat produktif untuk meningkatkan ekonomi mustahik melalui Program Rukun Ternak yang dilaksanakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cilacap. Program ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis zakat produktif yang memberikan bantuan ternak kepada kelompok mustahik sebagai modal usaha dalam kegiatan peternakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pengelola program serta mustahik penerima manfaat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan zakat produktif melalui Program Rukun Ternak di Kabupaten Cilacap berjalan cukup efektif dalam meningkatkan ekonomi mustahik. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang meliputi verifikasi calon penerima manfaat, pembekalan peserta, penyaluran bantuan ternak, serta pendampingan dan pemantauan terhadap pelaksanaan usaha ternak. Berdasarkan indikator efektivitas program yang meliputi ketepatan sasaran, sosialisasi program, keberhasilan program, dan pemantauan program, pelaksanaan Program Rukun Ternak dinilai telah memenuhi indikator efektivitas dalam mendukung pemberdayaan ekonomi mustahik. Program ini tidak hanya memberikan bantuan ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong terbentuknya usaha produktif yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat</p> 2026-04-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah