Peran Praktik Bisnis Islam Dalam Penguatan Green Entrepreneurship Pada UMKM Syariah Di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.51311/istikhlaf.v7i2.1148Keywords:
Maslahah, Ekonomi Syariah, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Maqashid Syariah, Green economy, Green EntrepreneurshipAbstract
This study aims to examine the role of Islamic business practices in developing green entrepreneurship through Islamic Micro, Small, and Medium Enterprises (Sharia UMKM) in Indonesia. This research employs a qualitative approach using library research to analyze literature related to green entrepreneurship and Islamic economic values. The findings indicate that Islamic principles such as tauhid (divine unity), amanah (trust), ‘adl (justice), and maslahah (public benefit) serve as ethical foundations for sustainability-oriented business practices. Sharia-based UMKM have strong potential to drive the green economy; however, their implementation is still constrained by limited environmental literacy, inadequate policy support, and restricted access to eco-friendly technology. To optimize their role in sustainable development, this study proposes institutional strengthening through the establishment of an Islamic Circular Product Design Center and the development of an Energy Waqf Scheme for UMKM. These strategies are expected to enable Sharia UMKM to contribute effectively to a just, sustainable, and socially beneficial economic ecosystem.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran praktik bisnis Islam dalam pengembangan green entrepreneurship melalui UMKM syariah di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka melalui penelusuran dan analisis literatur terkait konsep kewirausahaan hijau dan nilai-nilai ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip syariah seperti tauhid, amanah, ‘adl, dan maslahah menjadi landasan moral bagi praktik bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan. UMKM syariah memiliki potensi sebagai motor penggerak ekonomi hijau, namun implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi hijau, dukungan kebijakan, dan akses teknologi ramah lingkungan. Untuk mengoptimalkan peran UMKM syariah dalam pembangunan berkelanjutan, penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan melalui pembentukan Pusat Rancang Produk Sirkular Syariah dan pengembangan Skema Wakaf Energi. Dengan demikian, UMKM syariah dapat berkontribusi dalam menciptakan ekosistem bisnis yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Downloads
References
Ariqah Luthfiyah, Atikah Humaidah, Dewi Fazira, dan Intan Alisa. “Penerapan Peran UMKM dalam Membangun Ekonomi Syariah di Kota Medan.” Jurnal Nuansa: Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah 3, no. 1 (2025): 01–13.
Bayu Prasetio, Endang Supardi, Ikaputera Waspada, dan Navik Istikomah. “Exploring green entrepreneurship for global economic sustainability: A bibliometric and systematic review.” Jurnal Ekonomi dan Bisnis 28, no. 2 (2025): 285–312.
Evelyn Riahta, Faza Auliana Zein, Keisya Genia Meisharini, Kherenz Natasha Olivia Tarigan, dan Harry Zacharias Soeratin. “Kewirausahaan Hijau: Tantangan dan Peluang dalam Pembangunan Ekonomi Ramah Lingkungan.” Veteran Economics, Management, & Accounting Review 2, no. 2 (2024): 104–11.
Fitrah Maya Sari Hasugian, Juanda Maulana, Maya Wulandari, Tina Angelia, dan Ramadhan Saleh Lubis. “Analisis Praktik Green Economydalam Islam: Upaya Menanggulangi Kerusakan Lingkungan olehSektorIndustri.” Jurnal Ekonomi Syariah Pelita Bangsa 10, no. 2 (2025): 305–12.
George N. Papageorgiou, dan et.al. “Developing Green Entrepreneurship Skills in Indonesia: A Community Perspective.” European Conference on Innovation and Entrepreneurship (ECIE) 18, no. 2 (2023): 1095–100.
Mariana, Kukuh Tondoyekti 2, Fachrozi 3, dan Kukuh Tondoyekti. “Ekonomi Hijau dan Bisnis Syariah: Mempromosikan Bisnis yang Berkelanjutan dan Bertanggung Jawab.” Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) 4, no. 2 (2024): 873–82.
Melan Saputri, dan et.al. “Penerapan Teori Stakholder Pada Praktik Corporate Social Responsibilit (CSR).” Jurnal Manajemen dan Akuntansi 1, no. 4 (2024): 461–75.
Muhammad Hidayat. “Implementasi Konsep Triple Bottom Line dalam Pengembangan Kawasan Wisata Air Terjun Takapala Malino Gowa.” Economics and Digital Business Review 4, no. 1 (2023): 797–804.
Mumud Salimudin, dan Dedah Jubaedah. “Islamic Corporate Social Responsibility (ICSR): Kerangka Konseptual dan Pelaporan Berdasarkan Maqashid Syariah.” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 10, no. 3 (2024): 2448–58.
Nadine Wulan Wijaya Putri. “Integrasi Prinsip Lingkungan dalam Bisnis Syari’ah untuk Mewujudkan Sustainability.” AT-TAJIR : Jurnal Manajemen Bisnis Syariah 2, no. 2 (2025): 152–64.
Nuhzatul Ainiyah, dan Arfal Awakachi. “Green Transformation in Islamic Education Institutions: Eco-Pesantren Innovation in Shaping Santri’s Environmental Care Character.” IJIBS: International Journal of Islamic Boarding School 3, no. 1 (2025): 1–12.
Ratna Fajarwati Meditama. “Green Entrepreneurship sebagai Pilar Pendidikan Kejuruan: Inovasi untuk Kemandirian Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan.” Dialektik: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial 10, no. 2 (2025): 407–14.
Rizqi Anfanni Fahm. Islamic Social Finance and Environmental Sustainability: A Critical Review of Policy and Practice. 7, no. 1 (2025): 64–77.
Syamsudin, Mutia Azizah Nuriana, dan Ngatmin Abbas. “UMKM berbasis ekonomi hijau syariah: Menuju pembangunan berkelanjutan dengan dukungan lembaga filantropiIslam.” lkasb: Journal of Islamic Economics 3, no. 1 (2024): 1–18.





