Komunikasi Interpersonal Penyuluh Agama Islam dalam Pembinaan Kerukunan Beragama Di Dusun Sepunggur Kabupaten Bungo

Authors

  • Yasirul Amri Institut Agama Islam Yasni Bungo
  • Matori Abdul Jalil Institut Agama Islam Yasni Bungo
  • Khusnu Al Rizqiyah Institut Agama Islam Yasni Bungo

DOI:

https://doi.org/10.51311/annaba.v2i2.1290

Keywords:

Komunikasi Interpersonal, Penyuluh Agama Islam, Kerukunan Beragama

Abstract

Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan komunikasi interpersonal penyuluh agama Islam dalam membina kerukunan umat beragama. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif jenis studi kasus, dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah: 1) Pelaksanaan komunikasi interpersonal  dalam membina kerukunan umat beragama masyarakat di Dusun Sepunggur Kecamatan Bathin II Babeko dilaksanakan melalui: a) membentuk organisasi pengajian masyarakat sebagai sarana penyampaian dakwah ajaran Islam yang benar; b) membengun dan mengelola sarana pendidikan agama, sarana ibadah sebagai tempat tempat kegiatan pendidikan dan pembinaan kerukunan umat beragama reamaja, c) melakukan komunikasi interpersonal  sentimentil (al manhaj al athifi) dan pendekatan rasional dalam setiap melakukan dakwah kepada masyarakat. 2) Kendala pelaksanaan komunikasi interpersonal  penyuluh agama Islam dalam membina kerukunan umat beragama di tengah masyarakat di Dusun Sepunggur adalah:  a) pengetahuan masyarakat tentang tolerasi sangat rendah dan mudah terpengaruh dengan media informasi yang menyebarkan ujaran kebecian, profokasi serta adu domba b) kondisi pendidikan pengalaman masyarakat tentang toleransi dan kerukunan yang minim  sehingga banyak masyarakat yang mudah bosan dalam mengikuti kegiatan-kegiatan rutin keagamaan; 3) Upaya yang dilakukan penyuluh agama Islam dalam maksimalisasi komunikasi interpersonal guna membina kerukunan umat beragama di tengah masyarakat di Dusun Sepunggur adalah:  a) melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang pentingnya kerukunan dan sosialisasi bahaya penyalahgunaan teknologi informasi dikalangan masyarakat, b) melakukan kerjasama antara penyuluh agama Islam orang tua dan pemerintah dengan tujuan meningkatkan peran masyarakat dalam membina kerukunan antar dn inter umat beragama.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kementrian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahanya, Jakarta: Kemenag RI;2013

A.M. Romly, Buku Panduan Pelaksanaan Tugas Penyuluh Agama Utama (Jakarta:

Bidang PAI pada Masyarakat dan Pemberdayaan Masjid, 2013). h. 17.

Adi Gunawan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Semarang: Toha Putra, 2013), h. 113.

Agus M. Hardjana, Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal, (Bandung: Alfabeta, 2013), h. 84.

Ahmad Bani Saebani, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2019).

Akhmad Syarief Kurniawan, Membangun Semangat Keharmonisan Kerukunan Umat Beragama Di Indonesia, Jurnal Pemikiran Islam, [S.l.], v. 18, n. 2, p. 303- 314, oct. 2013.

Akhmad Syarief Kurniawan, Membangun Semangat Keharmonisan Kerukunan Umat Beragama Di Indonesia, Jurnal Pemikiran Islam, [S.l.], v. 18, n. 2, , oct. 2013, h.. 303- 314.

Arif Hidayat. Komunikasi Interpersonal pada Pasangan Pernikahan Dini, (Surakarta: Universitas Muhammaddiyah, tt. 2016), h. 52.

Dedy Mulyana. Ilmu Komunikasi. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011). h. 74.

Effendi, Ilmu Komunikasi dan Praktek, (Bandung: Remaja Rosdakarya 2016). hlm 47

Hafied Cagara. Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta: Rajawali Pers, 2014). h. 20-21

Hefni Harjani. Komunikasi Islam (Jakarta: Prenada Media Group, 2015), h. 217

Imam Magid. Konseling Islam (Surabaya: Parikesit, 2018), h 33

Kementerian Agama RI. Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyuluh Agama Islam

Fungsional (Jakarta: Kemenag RI, 2015) h. 21.

Kementerian Agama RI. Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyuluh Agama Islam

Fungsional (Jakarta: Kemang RI, 2013), h. 21.

Kementrian Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahanya (Jakarta: Al Barokah, 2012), h.422.

Khoirul Uman. Manajemen Efektivitas Kinerja Organisasi (Jakarta: Gaung Persada, 2018),h. 108.

Lexi J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Rosdakarya, 2017), h. 143.

M Bambang Pranowo dkk., Pedoman Pembentukan Kelompok Sasaran Penyuluh Agama

Islam (Jakarta: Departemen Agama RI.2012) h. 30-35.

M. Arifin, Pokok-pokok Pikiran Tentang Bimbingan dan Penyuluhan (Jakarta: Bulan

Bintang, 2016) h.76.

Ma’luf Fadli. (Metode Penyuluh Agama Islam Dalam Pembinaan Akhlak Narapidana Di LP Wanita Klas II A Semarang). (Skripsi; Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Negeri Walisongo, Semarang, 2015), h. 27-31

Ma’luf Fadli. Metode Penyuluh Agama Islam Dalam Pembinaan Akhlak Narapidana .. h. 27-31.

Margono, Metode Penelitian Kualitatif (Jakarta: Rineka cipta, 2017), h. 32.

Martinis Yamin & Maisah, Standarisasi Kinerja Guru, (Jakarta, Gaung Persada, 2018), h. 26

Mas’udi. Kedudukan Penyuluhan dan Konselor dalam Konseling

Islam, Konseling Religi: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 5 (2),

h. 187-206.

Mukhtar, Bimbingan Skripsi, Tesis dan Artikel Ilmiah; Panduan Berbasis Penelitian Kualitatif Lapangan dan Perpustakaan, (Jambi: Sulthan Thaha Press, 2014), h. 19.

Mutiara Octavia Br Sirait.‘Peran Forum Kerukunan Umat Beragama Dalam Mengembangkan Nilai Toleransi Di Kabupaten Bekasi’, Unnes Civic Education Journal, 3 (2014), h. 10–17

Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian Kualitatif, ed. III (Yogyakarta: Rake Sarasin, 2016), h 108.

Nuryanis, Panduan Pendidikan Agama Islam Pada Masyarakat. (Jakarta : Direktorat Penamans Depag RI, 2013), h. 6

Onong U Effendy, Dinamika Komunikasi (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2016) . h: 9.

Said Agil Munawar, Fikih Hubungan Antar Umat Beragama (Jakarta: Ciputat Press, 2015), h. 12.

Sanafiah faisal, Penelitian Kualitatif;Dasar-dasar aplikasi (Malang:Yayasan Asih Asuh, 2019), h. 34.

Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar (Jakarta: Garafindo Persada 2010), h. 10

Sondang P. Siagian, Efektivitas Pengelolaan Tenaga kerja Industri, Amelia, (Surabaya, 2013) h. 24.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 2019), h. 309.

Supratiknya. Komunikasi Antarpribadi Tinjauan Psikologis (Yogyakarta: Kanisius, Cet. 8, 2015), h. 34.

Sutrisno Hadi, Metode Penelitian, Aplikasi dan Penerapan (Jakarta: PT. Rosda karya, 2018), h.130.

Syaiful Rohim. Teori Komunikasi perspektif, Ragam, dan Aplikasi, (PT.Rineka Cipta, 2016), h. 79-83.

Tim Puslitbang Kehidupan Beragama, Kompilasi Kebijakan Dan Peraturan Perundang-Undangan Kerukunan Umat Beragama (Jakarta: Puslitbang, 2018), h. 23.

Umar dan Sartono, Bimbingan Penyuluhan (Bandung : Pustaka Setia, 2018), h. 15

Wahyu, Eko, Jamaluddin Suprayogi, and Aris Munandar, ‘Pembinaan Nilai Toleransi Beragama Di Pondok Pesantren Annuriyyah Soko Tunggal Semarang’, Unnes Civic Education Journal, 1 (2012), 217.

Wiryanto. Pengantar Ilmu Komunikasi. (Jakarta: PT. Grasindo, 2014), h. 121.

Yosal Iriantara, dan Usep Syaripudin, Komunikasi Pendidikan. (Bandung: Simbiosa, Rekatama Media, cet. 1, 2013), h. 20

Downloads

Published

2023-12-21